Panduan dan Cara Budidaya Ikan Koi untuk Pemula

Panduan dan Cara Budidaya Ikan Koi untuk Pemula

Masuknya ikan koi dari luar negeri atau import, membuat harga ikan koi terus mengalami kenaikan. Dari sini tentu anda sudah bisa mengetahui bahwa budidaya ikan koi menjadi peluang usaha yang cukup potensial dari segi finansial. Tidak hanya itu, cara budidaya ikan koi yang cukup mudah menjadi alasan lain mengapa budidaya ikan cantik ini begitu diminati.

Meskipun sebagai pemula, anda tidak perlu takut dengan persaingan bisnis ikan koi ini. Yang terpenting saat ini adalah cara budidaya yang benar, agar bisa menghasilkan ikan koi yang berkualitas. Untuk itu. anda bisa mengikuti panduan budidaya ikan koi yang akan kami bahas di bawah ini.

Cara Budidaya Ikan Koi / Ternak Ikan Koi Di Kolam

Untuk menghasilkan ikan koi yang berkualitas, terdapat beberapa step yang harus anda ikuti dengan runtut. Baca dan praktekan panduan cara budidaya ikan koi di bawah ini dari koinx.id!

Pilih Indukan Berkualitas

Agar bisa menghasilkan ikan koi yang berkualitas, tentu anda harus memilih indukan yang berkualitas pula. Lalu bagaimana ciri-ciri indukan ikan koi yang berkualitas? Indukan ikan koi yang berkualitas memiliki ciri-ciri, antara lain;

  • Berumur lebih dari 2 tahun
  • Bentuk tubuh ideal dengan lekukan pada beberapa titik
  • Ikan yang sehat akan berenang dengan tenang dan seimbang
  • Warna sisik ikan cerah dan kontras
  • Memiliki gerakan yang gesit dan tangkas, atau pilih indukan yang tidak banyak berdiam diri di dasar kolam
  • Berada pada masa ovulasi sehingga proses pembibitan bisa berjalan lancar.
  • Pembuatan Kolam

Karena membudidayakan seekor ikan, tentu anda harus menyiapkan sebuah kolam sebagai media. Terdapat banyak jenis kolam yang bisa anda pilih untuk budidaya ikan koi. Mulai dari kolam terpal, kolam tanah, kolam beton, dan lainnya. Buatlah kolam yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan keuangan anda dalam hal cara budidaya ikan koi.

Eits, baca juga: Ini 5 Cara Budidaya Belut Yang Bisa Bikin Untung Besar!

Apapun bentuk kolamnya, pastikan anda mempersiapkan kolam ini dengan baik agar menjadi media yang ideal untuk ikan koi. Atur kolam sedemikian rupa agar sinar matahari bisa tembus ke dasar kolam. Selain itu, perhatikan pula saluran airnya. Pasangkan saringan halus pada saluran air agar anak ikan koi tidak hanyut terbawa arus.

Ukuran kolam ikan koi yang paling ideal memiliki lebar 3-6 meter dengan ketinggian dan kedalaman 40 cm dan 60 cm. Sebelum diisi air, pastikan kolam benar-benar kering agar residu bahan kimia bisa menghilang. Setelah itu, barulah isi kolam dengan air dan endapkan selama 24 jam.

Tahap Pemijahan

Setelah media budidaya sudah disiapkan dengan sempurna, kini saatnya menangani ikannya. Untuk bisa menghasilkan bibit ikan koi, anda harus melalui proses pemijahan atau pengawinan. Sebelum itu, anda harus menyiapkan kolam pemijahan khusus yang terpisah dengan ikan lain. Sebagai media penempelan telur, anda harus memasukan kakaban ke dalam kolam pemijahan.

Setelah itu, masukan indukan ikan koi pada kolam pemijahan pada jam 4 sore. Selang 5 jam kemudian, barulah masukan pejantannya. Setiap selang waktu pada proses pemijahan ini harus anda ikuti dengan baik. Apabila tidak, indukan dan penjantan ikan koi tidak akan melakukan pemijahan.

Setelah proses pemijahan selesai, indukan ikan koi akan mengeluarkan telur yang ditempelkan pada media yaitu kakaban. Setelah itu, angkat indukan dan penjantan dari kolam pemijahan agar tidak memakan telur mereka sendiri.

Penetasan Telur

Dalam proses penetasan telur ini, suhu air kolam sangat perlu diperhatikan. buatlah suhu yang pas yaitu tidak terlalu dingin dan juga tidak terlalu panas. Pasalnya telur ikan koi cepat sekali membusuk apabila tidak berada di media yang tepat.

Telur yang dihasilkan dari proses pemijahan ini akan menetas dalam waktu 48 jam. Satu hal yang perlu anda ingat yaitu jangan langsung member makan larva ikan koi ini. pasalnya setelah ditetaskan mereka telah memiliki cadangan makanan hingga 4 hari lamanya.

Eits, baca juga: 4 Cara Menanam Kangkung Hingga Panen!

Setelah larva siap, kini anda harus merawatnya dengan baik agar tumbuh menjadi ikan koi dewasa dan berkualitas.

Ikan koi adalah salah satu jenis ikan yang sangat digemari. Ikan koi sendiri memiliki berbagai jenis misalnya Sanke, Showa, Tanco, Kohaku dan lain sebagainya. Harganya pun juga beragam dari Rp15 ribu hingga jutaan rupiah. Nah, harga yang tinggi ini bisa jadi peluang yang besar bagi Anda dengan cara budidaya ikan koi.

Cara Budidaya Ikan Koi Di Kolam Terpal

Walaupun terdiri dari berbagai jenis, namun secara umum budidaya ikan Koi ini tak jauh berbeda. Selengkapnya, simak berikut ini?:

Pemilihan Indukan yang Sehat dan Produktif

Pertama dan yang paling utama adalah memilih indukan yang sehat dan tentunya juga produktif. Memilih indukan yang bagus tentunya akan menghasilkan anakan yang kualitasnya bagus juga. Lalu, bagaimana cara memilih indukan yang sehat dan produktif itu?

Sebaiknya, Anda memilih ikan mas koi yang usianya sudah mencapai lebih dari 2 tahun sehingga organ reproduksinya sudah siap. Lalu, berikutnya Anda bisa memilih yang sejenis atau mendekati. Jika Anda memilih jenis sanke untuk induknya maka sebaiknya pilih sanke juga untuk pejantannya.

Kemudian, yang paling penting dalam pemilihan induk adalah kesehatannya. Pilih ikan yang memiliki warna sisik yang bagus dan cemerlang. Kemudian, Anda juga bisa menilai kesehatannya dengan melihatnya berenang ke sana ke mari dengan cukup gesit.

Membuat Kolam yang Baik dan Benar

Kemudian, hal yang perlu Anda perhatikan selanjutnya mengenai cara budidaya ikan koi yang lainnya adalah pembuatan kolam yang tepat. Untuk melakukan budidaya sebaiknya buat kolam dengan minimal memiliki kedalaman hingga 60 cm.

Kemudian, jangan lupa juga untuk memasang penyaring yang halus untuk mencegah ikan-ikan kecil hanyut dan terbawa oleh arus. Untuk jenis kolamnya sendiri, Anda bisa memilih mana yang tepat dan mudah saja.

Anda bisa membuat kolam dari semen, dari terpal, atau yang lainnya. Namun yang perlu diperhatikan adalah ketika Anda membuatnya dari semen. Biarkan kolam tersebut benar-benar dalam keadaan yang siap pakai atau kering.

Jika tidak, biasanya air akan tercampur oleh semen atau material yang lain sehingga mengganggu kehidupan ikan. Jadi, Anda harus memastikan terlebih dahulu bahwa air yang digunakan bersih dan tidak membuat ikan tidak nyaman.

Lakukan Pemijahan yang Tepat

Terakhir namun yang paling utama adalah pemijahan. Yang perlu Anda ketahui adalah proses pemijahan ikan koi umumnya berlangsung pada tengah malam. Oleh karena itu, Anda bisa melakukan persiapan sejak sore harinya.

Pertama, masukkan indukan betina ke dalam kolam pemijahan. Kemudian, Anda visa memasukkan indukan jantan sekitar 3-5 ekor setelah kurang lebih 4 jam. Biarkan proses pemijahan berjalan dengan sempurna.

Esoknya, pindahkan indukan ke kolam yang lain. Telur-telur ikan koi akan menempel pada tumbuhan atau beberapa sudut kolam. Biasanya mereka akan menetas setelah 20 hari. Setelah itu jangan langsung diberi malam hingga 5 hari.

Kemudian, selanjutnya Anda bisa memberinya makan berupa kufu air setelah 5 hari. Lalu, setelah ikan bertambah besar sekitar 1,5 cm bisa Anda berikan makanan berupa cacing sutera. Setelah usianya 3 minggu ganti makanan dengan makanan ikan koi biasa seperti pelet dan lainnya.

Itu dia beberapa cara budidaya ikan koi yang baik dan benar. Dengan informasi di atas, kini Anda bisa membudidayakan ikan koi yang satu ini sendiri. Anda bisa menjual ikan koi maupun digunakan untuk kepentingan koleksi. Dengan mengikuti step-step di atas, anda bisa menghasilkan ikan koi yang melimpah dan berkualitas, dan tentunya hal ini merupakan suatu peluang usaha yang sangat menjajikan, apalagi ternak ikan koi sangatlah mudah. Semoga informasi cara budidaya ikan koi di atas dapat bermanfaat untuk Anda semuanya.

You May Also Like

About the Author: adminkoinx

2 Comments to “Panduan dan Cara Budidaya Ikan Koi untuk Pemula”

    1. budidaya koi diperlukan modal Rp.7.616.836, dan keuntungan dari modal tersebut sebesar Rp. 2.883.164 setiap bulan, dan mampu mengembalikan modal dalam jangka waktu 2,9 bulan mas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *