2 Cara Budidaya Jamur Tiram di Rumah!

Cara Budidaya Jamur Tiram di Rumah!

Meskipun termasuk ke dalam jenis jamur liar, tetapi jamur tiram aman untuk di konsumsi. Bahkan kini banyak pengusaha yang membudidayakan jamur tiram ini. Rasanya yang lezat dan peminat cukup banyak menjadi alasan mengapa budidaya jamur tiram ini begitu potensial. Selain itu, cara budidaya jamur tiram pun tergolong mudah dan sederhana.

Bagaimana apakah anda juga ingin cara budidaya jamur tiram ini? apabila iya, anda bisa mengikuti tutorial cara budidaya jamur tiram yang akan kami tim koinx.id ulas berikut ini.

Cara Budidaya Jamur Tiram

Seperti yang sudah kami katakan bahwa cara budidaya jamur tiram cukup sederhana. Bahkan anda bisa melakukannya di rumah. Untuk memulainya, anda bisa mengikuti beberapa step cara budidaya jamur tiram di bawah ini!

Pemilihan Bibit Unggul

 Langkah pertama yang harus anda lakukan untuk budidaya jamur tiram adalah pemilihan bibit. Proses ini begitu penting agar jamur tiram yang dihasilkan nantinya bisa berkualitas dan melimpah.

Lalu di mana mendapatkan bibit jamur tiram yang unggul? Untuk mendapatkan bibit unggul, anda bisa membelinya di petani jamur porang yang berpengalaman. Karena sudah berkecimpung di bisnis ini cukup lama, pasti mereka akan menghasilkan jamur yang berkualitas dan tentunya dengan cara budidaya jamur tiram ini.

Berapa modal untuk usaha jamur tiram?

Di dalam satu periode panen jamur tiram dengan 1000 baglog, kamu hanya perlu merogoh kocek Rp1.56 juta. Rinciannya, sebagai berikut Rp. 377.000 untuk modal pembuatan rak dan termometer dalam kumbung, serta Rp. 1.188.500 sendiri untuk operasional yang meliputi dari pembuatan baglog, bibit, hingga biaya pemasaran.

Siapkan Kumbung

Setelah bibit dipilih, kini saatnya membuat rumahnya. Rumah jamur atau yang disebut kumbung ini digunakan untuk meletakkan baglog-baglog yang berisikan jamur tiram. Baglog ini disusun secara berak-rak agar pertumbuhan jamur bisa maksimal.

Biasanya kumbung ini dibuat dari bahan kayu atau bambu. Apapun bahannya, asalkan bisa membuat kumbung tetap memiliki kondisi dan suhu yang ideal untuk jamur. Oleh karena itu, usahakan jangan menggunakan atap yang terbuat dari seng atau asbes.

Eits, jangan lupa juga baca: Cara Budidaya Udang Vaname Air Tawar Yang Benar!

Tidak hanya bagian atap, bagian lantainya pun cukup memengaruhi pertumbuhan jamur. Lantai yang direkomendasikan untuk cara budidaya jamur tiram ini terbuat dari tanah. Hal ini memungkinkan air untuk menyiram jamur bisa tidak menggenang dan bisa diserap.

Cara Membuat Baglog Jamur Tiram

Baglog merupakan media tanam bagi bibit jamur untuk selanjutnya dibudidayakan. Karena termasuk ke dalam jamur kayu, maka baglog ini harus terbuat dari bahan serupa. Anda bisa menggunakan grajen atau serbuk gergaji, kapur, dan bekatul. Aduk semua bahan dan tambahkan 60% air dari berat keseluruhan.

Untuk mencetaknya, baglog harus dimasukan ke dalam plastic brbentuk silinder. Lubangi bagian ujung baglog, sebagai media jamur tiram untuk menyembul.

Eits, Baca juga: Cara Budidaya porang Agar Cepat Panen!

Sebelum menempatkan baglog pada kumbung, terdapat beberapa hal yang diperlu diperhatikan. Pertama bersihkan kumbung dari segala kotoran dan semprot dengan fungisida serta lakukan pengapuran. Setelah proses tersebut, diamkan kumbung selama 2 hari agar menghasilkan media yang ideal.

Kedua, anda baru boleh memasukan baglog ke dalam kumbung apabila permukaan baglog sudah dipenuhi dengan serabut putih.

Bibit Jamur Tiram terbuat dari apa?

Baglog merupakan sebuah media tanam untuk meletakkan bibit jamur tiram. Karena jamur tiram ini merupakan jamur kayu, sehingga untuk bahan utama dari baglog ini adalah serbuk gergaji. Baglog sendiri dibungkus plastik berbentuk silender, yang dimana salah satu ujungnya diberi lubang. Di lubang inilah yang akan menjadi tempat jamur tiram akan tumbuh menyembul keluar.

Berapa harga bibit jamur tiram?

Daftar Harga bibit jamur tiram Terbaru Februari 2021
Harga JUAL BIBIT JAMUR TIRAM PUTIH F1 terlaris ciamis
Rp. 25.000
Harga Bibit Jamur Tiram F1
Rp. 30.000
Harga BIBIT JAMUR TIRAM f1
Rp. 25.000
Harga BIBIT JAMUR TIRAM baglog jamur
Rp. 7.500
Harga Bibit jamur tiram pink, tiram kuning, tiram cokelat Berkualitas
Rp. 12.000

Berapa lama waktu panen jamur tiram?

Satu kali periode dari budidaya jamur tiram ini akan memakan waktu kurang lebih dari 120 hari. Selain itu pembuatan baglog sendiri setidaknya membutuhkan waktu 7 hari, kemudian inkubasi selama 30 hari, dan yang terakhir 80 hari untuk masa tumbuhnya jamur tiram ini. Di dalam waktu 4 bulan tersebut, setiap baglog dapat dipanen antara 4 sampai 5 kali.

Apakah jamur enoki ada di Indonesia?

Jamur enoki atau jamur tiram banyak dijumpai di negara musim dingin, salah satunya ya di negara kita ini, di Indonesia sendiri juga banyak yang mulai membudidayakannya.

Penempatan dan Perawatan Baglog

Apabila ingin memasukan baglog ke dalam kumbung, terlebih dahulu bukalah cincin dan kertas penutupnya lalu diamkan selama 5 hari. setelah itu, lakukan penyiraman pada lantai kumbung agar tingkat kelembaban semakin tinggi.

Proses dilanjutkan dengan memotong ujung baglog dan diamkan selama 3 hari. Jangan menyiramkan air ke baglog, melainkan pada lantainya. Lakukan penyemprotan dengan metode kabut sebanyak 3 kali dalam sehari.

Suhu ideal untuk pertumbuhan jamur berkisar antara 16-24°C. jadi, anda harus membuat suhu kumbung tetap stabil dan ideal.

Panen Jamur Tiram

Setelah proses di atas telah anda lakukan, maka kini saatnya untuk memanen hasilnya. Anda bisa memanen jamur tiram setelah 2 minggu baglog ditempatkan dalam kumbung. Waktu pemanenan ini sangat perlu diperhatikan. Pasalnya telat sehari saja, jamur akan menguning dan tudungnya pecah.

Syarat Tumbuh Budidaya Jamur Tiram Putih

Cara budidaya jamur tiram juga memiliki beberapa syarat agar pertumbuhan jamur bisa sempurna dan budidaya bisa dikatakan berhasil. Selain beberapa cara yang sudah disebutkan, budidaya jamur memiliki beberapa syarat penting untuk diketahui.

Pada habitat aslinya jamur tiram putih biasa berkembang di bawah pohon yang berdaun lebar atau juga bisa di bawah tanaman berkayu. Jamur ini juga tidak begitu membutuhkan paparan sinar matahari, bahkan pertumbuhannya akan lebih baik apabila tidak terkena sinar matahari secara langsung.

Cara budidaya jamur tiram yang paling penting dengan mengetahui syarat pertumbuhan jamur tiram. Dengan mengetahui syarat tersebut maka pertumbuhan jamur tiram akan maksimal. Lalu apa saja syarat yang harus dipenuhi tersebut? Berikut ini beberapa syaratnya.

Berikut ini beberapa persyaratan untuk cara budidaya jamur tiram putih yang harus Anda perhatikan:

Derajat Keasaman atau (pH)

Cara budidaya jamur tiram putih akan tumbuh optimal ketika pH mendekati normal yakni 6,8 – 7,0. Ketika  pH terlalu rendah, maka akan berdampak pada pertumbuhan miselium jamur, dan akan tumbuh kontaminasi dari jamur jenis lain, bisa juga menyebabkan kematian untuk jamur tiram putih.

Tapi, apabila pH terlalu tinggi maka juga akan berdampak dengan sistem metabolisme jamur tidak efektif yang juga berujung pada kematian. Ph pada jamur adalah sesuatu yang sangat penting jadi wajib untuk memperhatikan hal tersebut.

Temperature/Suhu

Suhu harus selalu dikontrol dan dijaga untuk mendapatkan pertumbuhan jamur yang baik. Suhu yang diperlukan pada saat inkubasi jamur tiram putih adalah 28 – 30 oC, sementara pada saat pembentukan tubuh buah sampai panen, suhu yang diperlukan berkisar antara 22 – 28 oC.

Kelembaban

Kelembaban yang diperlukan agar jamur tiram dapat tumbuh dengan baik adalah sekitar 50 – 60 % pada saat inkubasi.

Sedangkan kelembaban pada saat pembentukan tubuh buah berkisar antara 90 – 95%. Apabila kelembaban kurang, maka substrat tanaman akan mengering.

Cahaya

Pertumbuhan jamur tiram sangat peka terhadap cahaya matahari secara langsung. Cahaya matahari yang terkena jamur secara langsung dapat menyebabkan jamur tersebut layu dan ukurannya pun kecil.

Maka dari itu usahakan memberikan cahaya matahari secara tidak langsung pada budidaya jamur tiram. Cahaya matahari tidak langsung sangat bermanfaat dalam perangsangan awal terbentuknya tubuh buah. Usahakan agar ada pohon peneduh di dekat bangunan tempat budidaya jamur.

Udara

Jamur membutuhkan oksigen (O2) yang cukup agar dapat tumbuh dengan optimal. Jamur tiram yang tumbuh pada tempat yang kekurangan oksigen memiliki tubuh buah kecil dan abnormal.

Tubuh buah jamur yang kekurangan oksigen akan mudah layu dan mati.

Ventilasi udara pada lokasi penanaman jamur tiram sangat penting untuk menjaga pertukaran udara berjalan dengan baik. Konsentrasi karbon dioksida (CO2) yang terlalu banyak akan menyebabkan jamur tumbuh abnormal. Konsentrasi karbon dioksida tidak boleh lebih dari 0,02%.

Selain cara budidaya jamur tiram yang lebih penting lagi adalah mengetahui syarat agar jamur bisa tumbuh dengan maksimal dan seminal mungkin menekan kematian akibat berbagai macam faktor yang sudah disebutkan sebelumnya.

Jangan lupa juga untuk rutin melakukan pengecekan setiap hari, tidak hanya menghindari hama tapi hal tersebut untuk mengetahui perkembangan dari jamur tiram itu sendiri. Apabila ada sedikit masalah bisa langsung diatasi tanpa menyebar ke jamur yang lain. Lebih baik adalah mengatasi masalah sedini mungkin dari pada nantinya menyebar dan sulit untuk mengatasinya.

Nah, itulah ulasan lengkap mengenai cara budidaya jamur tiram yang bisa anda ikuti. Apabila semua step-nya anda ikuti dengan benar, anda bisa mendapatkan panenan jamur tiram yang berkualitas dan melimpah.

You May Also Like

About the Author: adminkoinx

2 Comments to “2 Cara Budidaya Jamur Tiram di Rumah!”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *